MetroBekasi - Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar mengatakan, petasan yang dilempar Andrian Rico Palupi, 25 tahun, sehingga menewaskan suporter Tim Nasional Indonesia, Catur Juliantono, di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, adalah dari jenis rocket flare.

Menurut Hero, petasan rocket flare biasa dipakai untuk meminta pertolongan di tengah laut ketika kondisi darurat. "Tersangka beli secara online," kata Hero, Senin, 4 September 2017. Hero mengatakan, jika roket ditembakkan ke udara, bisa mencapai ketinggian 200-300 meter dengan kecepatan tinggi, lalu bertahan di atas.

Baca: Suporter Timnas Meninggal, Polisi Bekasi Tangkap Pelempar Petasan

Namun, jika ditembakkan mengarah horizontal, maka jarak tempuh bisa lebih jauh lagi, dan lebih cepat.  Sementara itu, jarak antara korban Catur dengan tersangka Rico berkisar 300 meter. Artinya, kata Hero, hanya beberapa detik setelah ditembakkan, roket tersebut sudah sampai ke lokasi dan mendarat di bagian mata korban.

“Ini mengakibatkan luka parah karena disertai tekanan, serta ada percikan api dari peluru roket tersebut,” ujar Hero. Tersangka, ujar Hero, membawa dua unit rocket flare dan hand flare ke dalam Stadion Patriot Candrabhaga ketika menyaksikan Timnas Indonesia melawan Timnas Fiji pada Sabtu, 2 September 2017.

Hand flare dinyalakan lebih dulu, setelah itu rocket flare. "Ketika roket flare dinyalakan tersangka panik," kata Hero. Awalnya, Hero menambahkan, roket tersebut hendak diluncurkan mengarah ke lapangan. Namun, di bawah masih banyak pemain.

Tak tahu ingin mengarahkannya, mendadak peluru roket meluncur ke tribun timur, dan mengenai sesama pendukung timnas. "Roket itu mengenai kepala korban," kata Hero. Menurut Hero, korban mengalami luka parah di bagian matanya karena terkena tekanan roket, disertai percikan api.

Baca juga: Ini Ungkapan Duka Cita Irfan Bachdim buat Catur Yuliantono

Korban juga sempat mengeluarkan darah cukup banyak di lokasi kejadian sebelum meninggal dunia ketika dibawa Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat.

ADI WARSONO