Inforial- Bagi Anda yang bergerak di industri manufaktur atau distribusi barang di kawasan Cikarang, peran pelabuhan sangat penting. Memang, sudah ada pelabuhan Tanjung Priok, tetapi kadang dengan kondisi sangat padat, perlu terobosan agar barang dapat dikirimkan dengan lebih cepat. Alternatifnya adalah menggunakan pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat.
Anda tahu pelabuhan Patimban? Kalau belum, di tempat inilah pemerintah menetapkan pelabuhan ini sebagai salah satu proyek strategi nasional sesuai Perpres nomor 58 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Patimban dipilih menggantikan proyek pelabuhan Cimalaya Karawang yang batal digarap karena lokasinya bersinggungan dengan jalur pipa minyak dan gas bawah laut.
Pelabuhan Patimban dirancang sebagai deep port yang mengadopsi nilai-nilai pelabuhan berwawasan lingkungan sehingga tak hanya bermanfaat meningkatkan perekonomian tetapi juga menjamin kelestarian lingkungannya. Pembangunan Pelabuhan Patimban segera dikerjakan dalam tiga tahap dengan dana sekitar Rp 43,22 triliun. Tahapan konstruksi tahap I akan dimulai pada Januari 2018, soft opening pada awal 2019 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 2027
Pembangunan pelabuhan Patimban untuk mengefisienkan pengiriman logistik dan mengurangi beban lalu lintas di Jakarta. Dari sisi darat, letak geografis pelabuhan Patimban dekat dengan sentra industri Cikarang dan sekitarnya. Selama ini hasil dari industri di Cikarang dan sekitarnya bergerak ke arah pelabuhan Tanjung Priok sehingga membebani lalu-lintas di Jakarta. Dari sisi kelautan, pembangunan Pelabuhan Patimban akan dilakukan penataan satu kesatuan sistem dengan Pelabuhan Tanjung Priok agar terjadi sinergi antara Pelabuhan Patimban dengan Tanjung Priok. Bila pelabuhan yang pembangunannya menggandeng Jepang ini jadi, masyarakat Jawa Barat akan memperoleh manfaaat besar karena biaya logistik akan lebih murah.
Potensi besar Patimbang itu juga dilirik Lippo Group. Ketika menawarkan kota baru Meikarta, akses ke pelabuhan Patimban juga menjadi faktor betapa strategisnya lokasi Meikarta. Ketika industri high tech atau industri lain dibangun di sekitar Meikarta maka pengiriman hasilnya akan lebih mudah. Tak perlu lagi semuanya ke Jakarta. Di satu sisi itu memberi manfaat karena daya dukung lalu lintas Jakarta akan membaik sedangkan bagi pelaku industri mereka punya pilihan biaya logistik menjadi lebih murah sehingga akan semakin kompetitif di pasar.
Ketika infrastruktur massal memanfaatkan daerah-daerah di luar Jakarta maka akan terjadi pemerataan sehingga akan banyak manfaat yang diperoleh oleh masyarakat sekitar. Selain biaya logistik dapat ditekan karena waktu pengiriman dapat dipercepat juga akan membawa pengaruh besar bagi masyarakat sekitar. Bagi kota baru Meikarta, keberadaan Pelabuhan Patimban juga memberi manfaat besar karena sumber daya manusia di Patimban bisa tinggal di Meikarta, sementara hasil industri di Cikarang dan sekitarnya dapat dengan mudah dikirim via pelabuhan tersebut.









No comments:
Post a Comment
Terima Kasih Sudah meluangkan Waktu membaca Konten Berita Disini, Silahkan Tinggalkan Komentar