InforialDi tengah melambannya laju perekonomian global dan nasional, termasuk di sektor properti, Lippo Group membuat gebrakan membangun sebuah kota dengan infrastruktur modern kelas dunia bernama ‘Meikarta’, di koridor Timur Jakarta.

CEO Lippo Group James Riyadi mengatakan akan ada tujuh mal dengan total luas lantai 1,5 juta meter persegi yang dibangun di Meikarta. Selain itu, sekitar 100 sekolah dasar (SD) dan 50 sekolah menengah pertama (SMP) – sekolah menengah atas (SMA) juga akan dibangun. Fasilitas lain yang disiapkan adalah tiga universitas, pusat riset, serta beberapa rumah sakit.

Untuk mewujudkan rencananya, Lippo juga akan menarik investor asing asal Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan, Singapura, Timur Tengah, dan Eropa. Saat ini, beberapa proyek di Central Business District (CBD) Meikarta dikerjakan secara patungan (joint venture) dengan investor Jepang, seperti Mitsubishi dan Toyota.

Dengan demikian, ketika seluruh proyek rampung, kota mandiri ini dapat dihuni 15 juta penduduk. “Berarti lapangan kerja di sana setidaknya (untuk) 6 sampai 8 juta (orang),” kata James.

Rencananya mega proyek Meikarta akan menyediakan beragam fasilitas. Salah satunya transportasi Automatic People Mover (mono rail) yang menghubungkan tujuh kawasan industri di Bekasi. Selain itu akan membangun tujuh mal dengan total luas 500.000 meter persegi.

Jelas, ada yang bertanya, bahkan sinis. Tetapi, lebih banyak lagi yang percaya serta yakin akan kemampuan Lippo Group dalam urusan properti. Sebagaimana pernilaian Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus. Menurutnya, rencanaLippo Group membangun kota mandiri berskala internasional bernama Meikartaini realistis. “Pada dasarnya mereka punya kapasitas. Kalau sekarang mau bikin kota baru, saya pikir Lippo bisa,” kata Anton.

Pembangunan Kota Meikarta bernilai investasi total Rp278 triliundengan aneka fasilitas, baik berupa fasilitas umum (Fasum) termasuk tempat peribadatan berupa masjid dan lain-lain, fasilitas sosial (Fasos) seperti rumah sakit, fasilitas ekonomi, fasilitas pendidikan (TK hingga Perguruan Tinggi) dan seterusnya.

Pembangunan kota baru yang bakal dipenuhi fasilitas infrastruktur terlengkap dan modern kelas dunia ini, mendapat atensi khalayak, terbukti lebih 1.600 peminat langsung menyatakan membeli pada penawaran perdana.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan otoritas terkait, baik itu Pemprov Jawa Barat melalui pak Deddy Mizwar (Wagub Jabar), juga Bupati Bekasi,” kata PresidenLippo Group, Theo L Sambuaga.

Diperkirakan, mega proyek  di koridor timur Jakarta atau merupakan bagian inti dari pengembangan kota metropolitan sesuai rencana induk Provinsi Jawa Barat ini, bakal menyerap tenaga kerja sekitar 100.000 orang. “Tentunya kami akan utamakan tenaga-tenaga lokal di sekitar lokasi proyek, sehingga ‘multiplier effect’-nya langsung terasa di daerah Jawa Barat,” katanya lagi.(*)