Nasional, Jakarta - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidharto Danusubroto tidak sepakat dengan pihak yang mendesak agar Indonesia bersikap galak ke Myanmar soal krisis Prabowo Sebut Kirim Bantuan ke Rohingya Itu Pencitraan
Salah satu yang menganggap Indonesia seharusnya bersikap tegas ke Myanmar adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Prabowo, Indonesia seharusnya menjadi negara yang disegani untuk bisa membantu etnis Rohingya di Myanmar.
Jika Indonesia tidak kuat dan disegani, kata Prabowo, tidak banyak yang bisa dilakukan Indonesia untuk menyelesaikan masalah Rohingya. Malah, ia menganggap bantuan seberat 30 ton yang dikirimkan Presiden Joko Widodo ke Myanmar pada pekan lalu, hanya langkah pencitraan saja.
Sidharto melanjutkan, mereka yang mengkritik langkah pemerintah Indonesia seharusnya memuji hal itu. Sebab, Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang masih diterima dengan baik oleh Myanmar sehingga bisa memberikan bantuan ke Rohingya.
Naca juga: Sebut Bantuan Rohingya Pencitraan, Prabowo Diminta Tak Main Cap
Di sisi lain, kata Sidharto, Indonesia juga diakui berbagai negara berhasil melobi Myanmar untuk mengirimkan bantuan ke etnis Rohingya. Oleh karena itu, menurut ia, aneh apabila masih ada yang mengkritik langkah diplomatis Indonesia.
"Mereka (etnis Rohingya) menunggu bantuan kita di Bangladesh. Mereka tinggal di gubuk, butuh makanan, minuman, obat-obatan dari kita. Kalau demo (galak), bisa bantu apa coba? Kalau kita galak, mereka tutup pintu gimana? Repot," ujar Sidharto.
ISTMAN M.P.









No comments:
Post a Comment
Terima Kasih Sudah meluangkan Waktu membaca Konten Berita Disini, Silahkan Tinggalkan Komentar