Bisnis, Denpasar - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menjadikan Pelabuhan Benoa di Denpasar sebagai pusat wisata kapal pesiar atau kapal mewah. Hal itu terkait pula dengan target untuk meningkatkan kedatangan turis hingga 20 juta orang ke Indonesia pada tahun 2019.
“Potensinya masih sangat besar dan selama ini yang datang ke kita masih terlalu sedikit,” ujarnya di acara Sand Breaking Ceremony of The Benoa Tourism Port di Dermaga Timur Terminal Internasional, Pelabuhan Benoa, Denpasar, Senin, 18 September 2017. Bali, menurutnya, masih menjadi daya tarik yang kuat sebelum para turis mendatangi daerah lain.
Simak: Kapal Pesiar Mewah Ini Bawa 60.000 Turis Asing ke RI
Sebagai gambaran , Luhut mengungkapkan data tahun 2016 dimana hanya terdapat 200.000 turis kapal pesiar yang singgah di Indonesia dengan 172 kapal. Padahal di Singapura sudah mencapai 1,2 juta orang dengan 391 kapal. Jumlahnya lebih banyak lagi di Jepang yang dikunjungi 1526 kapal.
Dilakukannya Sand Breaking , menurutnya, adalah sebuah terobosan setelah proyek ini terhambat beberapa tahun karena belum adanya persetujuan dari Pemkot Denpasar. “Sekarang Rencana Induk Pengembangan sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Denpasar,” tegasnya.
Pihak Pemkot Denpasar juga mendapatkan kompensasi pengelolaan lahan selua 4,8 ha yang akan dimanfaatkan untuk Marine Techno Park, Cultural Centre dan Usaha Kecil Menengah.
Sementara itu Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) I Gusti Ngurah Askhara Dana Diputra menyebut, sejak tahun 2010 kedatangan turis kapal pesiar terus meningkat. Jumlahnya pada tahun itu hanya 13.683 saja. Kemudian, naik rata-rata 5 persen dan diperkirakan mencapai 91.328 pada tahun 2018.
Adapun Investasi Pelindo untuk proyek yang akan diselesaikan selama 12 bulan itu mencapai 1,7 triliun. Rinciannya, Rp 500miliar untuk pembangunan terminal dan Rp 1,2 trilyun untuk pengerjaan kolam dermaga dan alur pelayaran.
Saat ini kondisi pelabuhan Benoa memiliki kedalaman alur minus 8 meter Low Water Spring (LWS) yang bisa mengakomodir kapal pesiar dengan panjang kuramg dari 210 meter dengan kapasitas penumpang kurang dari 1400 orang.
Setelah dikeruk kedalaman air bisa mencapai minus 12 meter LWS sehingga kapal pesiar dengan panjang 300 meter dengan 5.000 penumpang bisa melakukan sandar. “Dengan demikian pertumbuhan wisatawan bisa mencapai 28 persen atau sebesar 119.745 di tahun 2019. Bahkan diprediksi sampai 6.131. 185 pada 2030,” jelasnya.
ROFIQI HASAN









No comments:
Post a Comment
Terima Kasih Sudah meluangkan Waktu membaca Konten Berita Disini, Silahkan Tinggalkan Komentar