“Raja Dangdut Amerika” Lexis Marzeski Belajar Bahasa Indonesia Lewat Lagu Dangdut
Marcvila, Jakarta - “Raja Dangdut Amerika” Lexis Marzeski punya hobi karaoke di mobil sambil menyanyikan lagu dangdut seperti Jaran Goyang, Cinta Sabun Mandi, Cinta Anak Kampung, Mbah Dukun.
Belajar bahasa Indonesia lewat lagu dangdut? Mengapa tidak. Itulah yang dilakukan seorang warga Amerika di Los Angeles, Lexis Mazerski. Dia mengaku perbendaharaan bahasa Indonesianya bertambah sejak menghafal dan menyanyikan lagu-lagu dangdut.
Lexis Mazerski sempat viral di media sosial setelah menyanyikan lagu Gombloh 'Kugadaikan Cintaku'. (Sumber: screen shot YouTube Raja Dangdut dari Amerika).
Lexis Mazerski mencuri perhatian setelah salah satu videonya viral di media sosial di Indonesia baru-baru ini. Video itu memperlihatkan Lexis sedang menyetir mobil sambil menyanyikan lagu ‘Kugadaikan Cintaku’ yang dipopulerkan oleh penyanyi Gombloh.
Lexis Mazerski sempat viral di media sosial termasuk teitter
Kecintaannya pada Indonesia dan lagu dangdut baru muncul ketika Lexis datang ke Indonesia untuk kedua kalinya pada tahun 2014, dimana dia berlibur selama beberapa bulan di Bali. Dua tahun kemudian dia datang ke Indonesia lagi untuk ketiga kalinya dan tinggal beberapa bulan di Surabaya.
Lexis Mazerski sempat viral di media sosial termasuk teitter
“Kedua kalinya ke Indonesia saya mulai kenal budaya dan orang-orangnya, lalu saya jatuh cinta. Dalam salah satu perjalanan saya dengar lagu dangdut dan langsung jatuh cinta. Sejak itu saya selalu senang dengan segala sesuatu hal yang berkaitan dengan Indonesia, terutama lagu dangdut,” ujarnya kepada VOA dalam wawancara dalam bahasa Inggris.
Lexis Mazerski menyanyikan Kugadaikan Cintaku ciptaan Gombloh (Almarhum)
“Mbah Dukun” yang dinyanyikan Alam adalah lagu dangdut pertama yang menarik perhatiannya. Videonya menyanyikan lagu ini telah ditonton hampir 200 ribu kali di YouTube.
Bagi Lexis, dangdut bukan sekedar lagu yang asyik dan menghibur, tapi juga medium untuk mempelajari bahasa Indonesia.
“Banyak orang bilang bahasa Indonesia mudah dipelajari, tapi tidak buat saya. Susah buat saya belajar bahasa baru. Tapi saya suka musiknya. Jadi saya memutuskan untuk belajar bahasa lewat lagu. Dengan menyanyikan sebuah lagu pasti ada kata baru yang saya pelajari. Ini cara yang menyenangkan untuk belajar. Dan lagu-lagunya juga asik. Saya suka liriknya. Terutama lagu-lagu Meggy Z, Gombloh, dan lain-lain.”
Lexis mengatakan kepada VOA dia adalah penggemar berat Meggy Z, sampai-sampai membuat tato di bahu kiri bergambar hati dan keris dengan tulisan ‘Berdarah Lagi,’ lagu yang dipernah dipopulerkan penyannyi dangdut tersebut.
Lexis Mazerski menyanyikan Mbah Dukun (Alam)
Kini warga Los Angeles ini telah membuat 25 video dangdut yang diunggah ke akun YouTube miliknya, ‘Raja Dangdut Dari Amerika.’ Dia juga semakin percaya diri berbahasa Indonesia. Seperti yang dibuktikannya dalam wawancara lewat telepon baru-baru ini.
Ketika ditanya apa yang ingin disampaikannya kepada para warganet yang menonton video-videonya, Lexis mengatakan, “Terima kasih banyak semua. Dangdut selamanya! Thank you for the support. Terima kasih supportnya and I will continue, aku akan lanjutkan,” ujarnya dengan semangat.
Selanjutnya? Para penontonnya di YouTube mungkin tidak akan lagi melihatnya menyanyikan lagu dangdut sambil menyetir mobil, karena mobilnya sudah diganti dengan motor sport. Tapi Lexis berjanji akan tetap mengunggah videonya menyanyikan lagu-lagu dangdut sambil naik motor mengelilingi kota Los Angeles.
Ojek Online Drivers in Tambora Assault Face 12 Years behind Bars
Marcvila, Jakarta – Personnel from the West
Jakarta Police apprehended six online motorcycle
taxi drivers ( ojek online) who were involved in the
beating of two street kids in Tambora, West Jakarta
on Tuesday, February 13.
“There are two victims with the initials DA and TI.
One of them (DA) died,” said West Jakarta Police chief
Sr. Comr. Hengki Hariyadi on Friday, March 2.
The two street kids sustained injuries to their heads
from the assault. Police investigators seized a stone,
a piece of plywood, and a log that were allegedly
used by the suspects in the incident.
Hengki said the motive behind the incident was a call
for help from a passenger, SA, who told one of the
suspects that he almost fell victim to a crime
committed by a street gang affiliated to the street
kids.
AD then decided to call five of his friends to the crime
scene. At the time the motorcycle taxi drivers arrived
to confront DA and TI, they saw one of the street kids
(TI) was already armed with a knife. AD and his
friends immediately reacted by holding him down
and beat him.
Hengki said the ojek online drivers would be charged
with Article 170 (2) of the Criminal Code (KUHP), with
possible punishment of nine and twelve years behind
bars.



















