Metro, Jakarta - Polisi menangkap Malik Abdul Azis, tersangka pelaku pembunuhan pegawai BNN Indria Kameswari. "Penangkapan dilakukan di perumahan Kavling Bengkong Wahyu, Batam, Riau," kata Kepala Polda Kepri Sam Budigustian dalam rilisnya pada Senin, 4 September 2017.
Indria Kameswari ditemukan tewas tertembak di rumahnya di Perumahan River Vallery Blok B2, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada Jumat, 1 September 2017.
Baca juga:Pegawai BNN Tewas di Bogor, Anaknya Teriak Ibu Jatuh, Ibu Jatuh
Menurut Polda Kepri, Azis melarikan diri ke Batam dan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) palsu atas nama H Abdul Malik kelahiran Jakarta, 17 Desember 1978.
Hendrik, petugas keamanan Perumahan River Vallery, menjelaskan pada Jumat pukul 03.30 WIB, Malik Abdul Azis pulang ke rumahnya.
“Dia memang jarang pulang ke rumah. Paling seminggu sekali atau dua kali dalam satu minggu,” ujarnya.
Hendrik mengatakan, sekitar pukul 07.00 lewat tiba-tiba sebuah mobil Suzuki Ertiga warna putih buru-buru meninggal kompleks. Mobil itu dikendarai Malik.
Sempat berpapasan dengan mobil yang mau masuk ke River Valley. Mobil Malik tidak mau mengalah padahal mobil dari luar lebih duluan masuk gerbang. “Jadi saya sempat minta mobil yang mau masuk untuk mundur terlebih dahulu,” ujarnya.
Mobil Malik sempat membuka kaca sehingga Hendrik mengetahui pengemiudinya.Namun dia tidak tahu kenapa Malik tergesa-gesa. Dia baru sadar sadar setelah orang mulai ramai dan melapor ke pos satpam ada kejadian di rumah Indria.
Tetangga korban, Melan mengatakan bahwa mayat Indria ditemukan saat anaknya itu melapor bahwa ibunya jatuh. Anak itu berusia empat tahun berinisial M. “Dia teriak-teriak ibu jatuh, ibu jatuh ke saya, kan anaknya sering belanja di warung sini,” katanya.
Menurut Melan, saat itu suaminya, Hengki mencoba untuk memanggil tetangga yang lain. Bersama Tri yang rumah tepat berada di samping rumah Indria juga ikut masuk.
“Sudah tergeletak di ruang cuci yang ada di belakang,” katanya.
Korban, kata Melan ditolong oleh tetangga yang masuk ke rumahnya. Dibopong ke ruang ke tengah untuk dibaringkan di lantai sambil menunggu warga lain pulang salat Ied.
Kepala Pengamanan River Valley, Maulana mengatakan setelah Indria ditemukan tak lagi bernyawa. Dia dipanggil oleh warga untuk segera ke TKP. “Saat saya datang, warga telah memindahkan korban ke aras kasur karena sudah meninggal,” katanya.
Menurut Maulana, mayat Indria langsung ditutup dengan sprei warna biru. Warga pun diminta untuk tidak memindahkan barang yang ada dalam rumah. Dia menelpon Polsek Cijeruk dan setengah jam kemudian polisi tiba.
ZARA AMELIA | IRSYAN HASYIM









No comments:
Post a Comment
Terima Kasih Sudah meluangkan Waktu membaca Konten Berita Disini, Silahkan Tinggalkan Komentar