Metro, Jakarta - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUMKMP) Irwandi mengatakan pemerintah berencana merevitalisasi Museum Fatahillah seperti Monumen Nasional (Monas).

Untuk itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menertibkan pedagang kaki lima di museum yang berada di kawasan Kota Tua itu. "Jadi Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua ini akan kita buat seperti Monas,” ujar Irwandi, Rabu, 6 September 2017.

Selanjutnya, kata Irwandi, pedagang  dipindahkan ke kompleks kaki lima di Jalan Cengkeh, Tamansari, Jakarta Barat. Pembangunan kompleks di lahan seluas 1,2 hektare tersebut hampir rampung. Dia menargetkan 20 September 2017, pedagang sudah menempati lokasi itu. “Jadi 5 Oktober bisa diresmikan,” ujar dia.

Rencana relokasi pedagang dari kawasan Kota Tua sebenarnya sudah diwacanakan sejak 2015. Pencetusnya adalah Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Namun pembangunan sarana dan prasarana kompleks kaki lima baru selesai akhir September 2017.

Baca: Museum Taman Prasasti, Tempat Wisata Alternatif di Ibu Kota

Museum Fatahillah yang nama resminya Museum Sejarah Jakarta ini adalah bangunan yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat. Museum berdiri di atas lahan seluas 1.300 meter persegi. Bangunan yang dijadikan museum itu dulunya adalah Balai Kota Batavia. Bangunan itu didirikan pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur-Jendral Joan van Hoorn.

Dari segi arsitektur, bangunan museum menyerupai Istana Dam di Amsterdam yang terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat. Selain itu terdapat pula bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai penjara. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini baru diresmikan sebagai museum pada 30 Maret 1974.

DEWI NURITA