Dunia, Beijing—Cina dan Rusia, dua pendukung utama Korea Utara Dihukum, Trump Berterima Kasih ke Cina dan Rusia

Uji coba nuklir Korea Utara dilakukan beberapa jam sebelum Presiden Xi Jinping dijadwalkan membuka pertemuan puncak negara-negara BRIC di Cina selatan.

Namun pemimpin Cina itu memilih tidak menyebut masalah Korea Utara saat berpidato 40 menit lebih dalam pertemuan dengan pemimpin Rusia, India, Afrika Selatan dan Brasil tersebut.

Rusia yang juga mengecam tindakan Korea Utara, mendesak masyarakat internasional untuk tetap tenang.

"Pengabaian demonstratif Pyongyang terhadap ketentuan resolusi terkait dari Dewan Keamanan PBB dan norma hukum internasional ini patut mendapat kecaman keras," menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Dalam kondisi yang sedang berlangsung, penting untuk tetap tenang dan menahan diri dari setiap tindakan yang dapat memicu eskalasi ketegangan lebih lanjut," kata kementerian itu sambil merujuk pada provokasi Korea Utara.

Seperti diketahui, Korea Utara telah menggelar uji coba bom hidrogen pada Ahad lalu. Uji coba yang diperintahkan oleh pimpinan Korut, Kim Jong-Un itu berlangsung dengan sukses sempurna.

AS menghitung gempa bumi 6,3 magnitudo dekat situs utama percobaan nuklir Korea Utara yang dirasakan sampai Cina, di mana getarannya membuat ambruk sebuah terowongan di situs itu.

GLOBAL POST | SCMP | SITA PLANASARI AQUADINI