Metro, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengingatkan warga pemohon unit rumah susun sederhana sewa atau rusunawa untuk tertib membayar biaya sewa setiap bulannya. "Kalau (tinggal) di rusun ada kewajibannya, lho," kata Djarot mengingatkan Junaedi, 57 tahun, yang “menodongnya” di Balai Kota untuk memohon agar diizinkan menempati rumah susun sewa, Selasa, 15 Agustus 2017.

Istri Junaidi, Ika menyanggupi. "Saya siap membayar (biaya sewa rusun) tiga ratus ribu daripada membayar kontrakan dua juta rupiah." Ika, Junaedi, beserta anaknya yang berusia 5 tahun, datang dari Duri Kepa untuk mengutarakan permintaannya menempati satu unit rumah susun sewa.

Baca:
Penghuni Rusun Menunggak, Djarot: Kami Hanya Bantu Dhuafa
Djarot: Beli Rokok dan Pulsa Bisa, Masa Bayar Rusun Enggak

Junaidi dan Ika datang untuk mengadukan nasibnya. Ika mengatakan harus menggantikan suaminya menjadi tulang punggung keluarga setelah Junaidi diketahui mengidap kanker sejak 2013. “Saya jadi tulang punggung, kerja mencuci dan gosok," kata Ika.

Meski begitu, permohonan Ika dan Junaidi tidak seketika dikabulkan Djarot. Dia memanggil salah seorang petugas Dinas Perumahan untuk mengurus permohonan sambil berulang kali berpesan kepada Ika dan Junaedi agar tidak lupa memenuhi kewajiban. "Paham ya kewajibannya (membayar sewa), juga harus isi surat pernyataan (kesanggupan untuk mentaati kewajiban)."

Baca juga:
Skytrain Bandara Soekarno-Hatta Uji Coba Lintasan 500 Meter
Alasan Gerindra Minta Pasar Jaya Sinergikan Jakmart dan ...

Kemarin, Senin, 14 Agustus 2017, Djarot mengatakan bahwa, para penghuni rusun tidak bisa selalu mengharapkan gratisan dari pemerintah. "Hidup itu kan juga harus berjuang. Enggak bisa semuanya gratisan," kata dia.

Djarot menuturkan, pemberian sanksi tegas itu juga menjadi pembelajaran bagi penghuni rusun lainnya bahwa hidup di Jakarta itu penuh perjuangan. Ia meminta agar mereka bekerja dan berusaha dan tidak hanya mengeluh kemudian menyerah pada nasibnya.

Simak: BPK Penabur Menonaktifkan Guru TS

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan masih banyak penghuni rumah susun sewa yang menunggak biaya sewa. Jumlah tunggakan hingga Juni 2017 mencapai Rp31, 7 miliar. Menurut dia, para penghuni rumah susun sewa sengaja menunggak karena menolak membayar retribusi.

 

ZARA AMELIA | FRISKI RIANA | EK