Nasional, Jakarta - Sehari sebelum Hari Raya Idul Adha, dikenal dengan Hari Arafah karena umat Islam yang beribadah Arafah.
Baca :
204 Ribu Calon Haji Asal Indonesia Tiba di Arafah untuk Wukuf

Dua Juta Jemaah Haji Wukuf di Arafah meski Panas Menyengat

Kegiatan wukuf di Arafah, kata Asrorun, dapat dimaknai bahwa semua manusia itu sama dan sederajat. Asrorun menuturkan ritual tersebut memperlihatkan semua jamaah dipersatukan dalam busana yang seragam, dua helai kain yang menutupi aurat, tak ada pangkat, tak ada jabatan, dan tak ada kekayaan.

Menurut Asrorun, dalam suatu khutbah Nabi Muhammad pernah menekankan tentang persamaan antar manusia, tidak tersekat oleh ras, suku, dan juga warna kulit.

Sebagai ciptaan Tuhan, kata Asrorun, manusia memiliki tugas memakmurkan bumi, dan membangun harmoni sesama makhluk. Untuk itu dalam perbedaan yang beragam, baik warna, bersuku bangsa, dan berbagai agama, wajib untuk menjaga kekeluargaan di tengah keragaman ini.
Simak juga : Panas di Arab Capai 50 Derajat C, 68 Calon Haji Indonesia Tumbang

Asrorun menuturkan perbedaan itu harus dinilai sebagai keniscayaan yang harus dimaknai sebagai realitas. Tanggung jawab setiap manusia adalah untuk saling mengenali dan berlomba menjadi yang terbaik.

“Kebhinnekaan harus dirawat karena sebagai sarana untuk bersinergi,  saling berlomba dalam hal kebaikan dan ketakwaan, dan saling mendukung untuk mewujudkan kemaslahatan umum," demikian Asrorun terkait makna Hari Arafah.

 

LARISSA HUDA