Metro, Bekasi - Belasan petugas kesehatan dari instansi pemerintah sempat melakukan inspeksi setelah kabar ada warga suspek Hasil Negatif, Pasien di Bekasi Derita Gejala Mirip Flu Burung
Samin mengatakan petugas mengecek ke rumah Muhidin hampir seharian sejak pagi hari. Petugas mengecek dengan teliti unggas yang ada di dalam kediaman Muhidin. "Ada bekas air minum dibawa, dan informasinya ada empat unggas yang mati juga dibawa," kata dia.
Selain di kediaman Sudiarti, kata Samin, petugas juga memeriksa sekitar tempat tinggalnya. Menurut dia, petugas kesehatan tersebut mengecek sejumlah titik yang memelihara hewan unggas. "Ada kebun kosong, tapi ada kandang unggas juga diperiksa," ujarnya.
Tetangga sekitar Sudiarti, Aceng, 37 tahun, mengatakan keluarga Sudiarti berjualan unggas sejak tiga tahun silam. Menurut dia, keluarganya terbilang selalu menjaga kebersihan meski jualan unggas. "Orangnya bersih, enggak jorok seperti kios burung lain," kata dia.
Baca: Universitas Airlangga Gandeng Swiss Kembangkan Vaksin Flu Burung
Berdasarkan data diperoleh Tempo, Sudiarti didiagnosa oleh sebuah rumah sakit swasta pada 13 Agustus 2017 lalu, Sudiarti suspek flu burung. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Sudiarti mengalami sesak pada 7 Agustus, dua hari kemudian berobat ke RS di Cibitung khusus ICU.
Diduga tak memiliki biaya cukup, Sudiarti kemudian pulang, lalu dibawa ke rumah sakit swasta di Bekasi pada 12 Agustus 2017, dan dirawat di ruang ICU. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, Sudiarti diduga menderita flu burung, sebab penderitanya kontak langsung dengan unggas, karena berjualan unggas.
ADI WARSONO









No comments:
Post a Comment
Terima Kasih Sudah meluangkan Waktu membaca Konten Berita Disini, Silahkan Tinggalkan Komentar