DuniaWashington - Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutuk kelompok supremasi kulit putih menyusul Kutuk Kerusuhan di Virginia, Donald Trump Justru Tuai Kecaman

“Tuan Presiden, sebut aksi ini sebagai teroris domestik. Mereka adalah kelompok supremasi kulit putih,” kicau Gardner melalui akun Twitter resminya.

Sedangkan Rubio menulis di akun Twitter,”Sangat penting bagi bangsa ini untuk mendengar @Potus menyebut serangan di #Charlottesville sebagai teror yang dilakukan #whitesupremacists."

Lebih dari 32 orang dilaporkan cedera, 19 di antaranya luka-luka akibat dihantam mobil tersebut.

Mereka bertemu dengan kelompok penentang unjuk rasa sehingga pertemuan di tengah jalan itu berubah rusuh, adu jotos dan menjurus kekerasan lainnya. Aksi tawur ini membuat Gubernur Virginia menyatakan negara dalam keadaan darurat.


"James Alex Fields, 20 tahun, pengemudi mobil ditangkap dan didakwa melakukan pembunuhan," tulis Independent.

Kelompok supremasi kulit putih yang terdiri atas kaum neo-Nazi dan anggota Ku Klux Kan melakukan aksi jalanan memprotes rencana pemerintah Kota Charlottesvile untuk memindahkan patung Konfederasi Jenderal Robert E. Lee dari taman kota yang juga dikenal sebagai Taman Emansipasi.

Kelompok supremasi kulit putih di Virginia jelas menolak rencana pembongkaran dan pemindahan patung Lee. Sementara penentangnya mendukung rencana pemerintah kota Charlottesville.

Rencana pemindahan monumen Lee ini sudah berlangsung sekitar 4 tahun. Mengutip New York Times, rencana pemindahan patung Lee muncul dalam diskusi saat berlangsung Virginia Festival of the Book tahun 2013, festival yang digelar setap tahun di distrik Albemarle termasuk Charlottesville.

INDEPENDENT | NY TIMES | CHOIRUL AMINUDDIN