Dunia, Caracas-Hanya beberapa saat setelah teror di gedung Mahkamah Agung dan Kementerian Dalam NegeriKrisis Venezuela, Helikopter Lempar 4 Granat ke Mahkamah Agung

"Kami tidak terikat dengan kecenderungan politik atau partai. Kami kaum nasionalis, patriot dan institusionalis. Kami bertempur bukan untuk melawan pasukan keamanan, namun menentang impunitas pemerintah. Ini tindakan melawan tirani," kata Pérez menegaskan aksi pelemparan 4 granat ke Mahkamah Agung dan menembaki Kementerian Dalam Negeri.

Belum ada tanggapan dari pemerintah Venezuela atas pernyataan Pérez yang mengklaim dari  koalisi pasukan keamanan itu.

Sebelumnya Presiden Nicolas Maduro mengatakan, Pérez dulunya sempat bekerja untuk mantan Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman, Miguel Rodriguez Torres, meski hanya sebentar.

Baca: Presiden Maduro Disebut Diktator, Venezuela Pilih Keluar dari OAS  

Maduro menuding pelemparan granat ke gedung Mahkamah Agung dan penembakan ke Kementerian Dalam Negeri sebagai serangan teroris. Maduro mengaku telah  memerintahkan aparat militer untuk bersiaga.

"Saya telah mengaktifkan peringatan kepada pasukan bersenjata di seluruh negeri untuk menjaga perdamaian," ujar Maduro.

Maduro pun memastikan segera menangkap pelaku teror yang menggunakan helikopter polisi menjatuhkan granat ke Gedung Mahkamah Agung dan menembaki Kementerian Dalam Negeri Venezuela. 

Tidak dijelaskan apakah Pérez yang bekerja sebagai polisi Venezuela ini akan bertanggung jawab atas teror pelemparan 4 granat ke Mahkamah Agung dengan menggunakan helikopter polisi.

BBC NEWS | MARIA RITA