Nasional, Kupang - Dua nelayan kapal ikan Makarios asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas, setelah sampan yang digunakan untuk menuju tepian Pantai Namosain, Kota Kupang, tenggelam akibat kemasukan air.

"Ada tiga orang yang tenggelam, namun hanya dua orang meninggal dunia," kata Kepala Bidang Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Jules Abraham Abast kepada Tempo, Jumat, 30 Juni 2017.

Tiga korban yang tenggelam itu yakni Semuel Bansoma, Jhoni Mone, dan Mad Sari. Dua orang yakni Semuel dan Jhoni meninggal dunia sedangkan Mad Sari masih dalam kondisi kritis dan dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Kupang.

Menurut Jules Abraham Abast, berdasarkan keterangan saksi Fatur Isak dan Abdul Gani Pello, tenggelamnya sampan itu terjadi pada Kamis, 29 Juni 2017 sekitar pukul 15.30 WITA. Fatur Isak mengantar 2 orang nelayan yakni Hasan dan Ian menggunakan sampan dari kapal Makarios menuju ke tepi Pantai Namosain dengan selamat.

Namun ketika hendak kembali menjemput ketiga orang lainnya di kapal tersebut sampan kemasukan air laut. Fatur Isak sempat membuang air dari dalam sampan tersebut, namun  ketiga orang korban spontan menaiki sampan dan langsung mendayung menuju arah Pantai Namosain.

Sekitar 50 meter dari Kapal Makarios, sampan tersebut terbalik karena banyaknya air laut yang masuk ke dalam sampan dan beban muatan yang berlebihan, sehingga ketiga korban tenggelam.

Fatur Isak berteriak meminta tolong warga sekitar, dan Abdul Gani datang menolong menggunakan kapal. Ketiga korban tenggelam langsung dilarikan ke RSAL Kupang, namun nyawa dua korban yakni Jhony Mone dan Semuel Bansoma tidak bisa diselamatkan.

Jenazah Jhoni Mone telah diambil keluarga dan disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Manutapen, sedangkan jenazah Semuel Bansoma disemayamkan di rumah duka Kelurahan Bakunase. Menurut Jules, ketiga korban baru sepekan bekerja sebagai nelayan di kapal itu. Dua korban yang tewas diketahui tidak bisa berenang.

YOHANES SEO