Bisnis, Semarang -Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi minta agar pemerintah daerah mengintegrasikan layanan angkutan massal. Ini  terkait masih minimnya angkutan pendukung yang terintegrasi dengan moda tranportasi lain seperti di stasiun dan pelabuhan.

Baca: Kemenhub: 30 Persen Bus Angkutan Lebaran Tak ...

“Saya pesan buat juga lintasan dari terminal ke stasiun kereta api dan pelabuhan,” kata Budi  saat berkunjung di terminal Mangkang Kota Semarang, Kamis 29 juni 2017.

Menurut Budi keberadaan terminal antar kota itu penting. Namun ia memastikan yang paling penting lagi adalah layanan bus rapid transit (BRT) karena mampu menjangkau dan mendukung layanan sejumlah moda transportasi lain.

Budi berpesan agar layanan BRT dibuat dari terminal ke stasiun kereta api dan pelabuhan, karena selama ini pemudik dari Kalimantan dan Jakarta yang naik moda kapal laut dan kereta sering tak mendapat layanan BRT. “Ketika di Tanjung Emas adanya plat hitam itu mahal tarifnya,” katanya.

Baca:Tol Semarang - Salatiga Difungsikan Jadi Jalur Mudik ...

Budi  menjelaskan meski awal beroperasi  belum ada penumpang,  jika diberlakukan akan menarik minat penguna angkutan memanfaatkan layanan ini.  “Saya pesan harus lewat stasiun dan pelabuhan, ini konsep moda angkutan kota berjalan."

EDI FAISOL