Bisnis, Jakarta - Jumlah pemudik yang menggunakan angkutan udara pada hari kedua lebaran naik melampaui perkiraan. “Selama ini angkutan udara diprediksi kenaikan jumlah pemudiknya mencapai 9,8 persen tapi ternyata dari total periode H-10 hingga H2 kemarin meningkatnya sudah sekitar 11,6 persen,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo, dalam pesan tertulisnya, Rabu, 28 Juni 2017.

Sugihardjo menduga kenaikan presentasi tersebut disebabkan oleh dua hal, di antaranya daya beli masyarakat yang meningkat serta pembangunan infrastruktur yang meningkat. Selain itu kenaikan disebabkan oleh penambahan pesawat ataupun extra flight oleh maskapai penerbangan.

Kenaikan frekuensi atau persentase disebabkan pertama karena ada penambahan pesawat, kedua penambahan frekuensi dengan meminta extra flight. “Penambahan frekuensi terjadi ada penambahan kapasitas bandara baik kapasitas bandara yang dibangun maupun jam operasi yang ditambah,” ujar Sugihardjo.

Selain itu Kemenhub sudah mengantisipasi beberapa hal terkait arus balik untuk moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api demi menciptakan angkutan lebaran yang aman, nyaman dan selamat. “Kalau dari sisi kapasitas seperti udara dengan extra flight dan perpanjangan jam operasi bandara mampu mengatasi arus puncak balik demikian pula di angkutan laut pola-pola yang kepadatan itu kan rute tradisionalnya sudah kita petakan dan sudah diantisipasi,” tuturnya.

Untuk kapal laut, Sugihardjo mengatakan pihaknya memberi perhatian khusus terhadap moda transportasi ini yaitu tidak boleh melampaui batas toleransi dispensasi. Yakni dihitung masing-masing kapal. “Jadi setiap kapal oleh direktorat perkapalan ditjen perhubungan laut sudah diberikan daftar atau dispensasinya berapa dan itu tidak boleh dilampaui oleh Syahbandar,” kata dia.

DESTRIANITA