Bola, Jakarta - Manajer Juventus, Final Liga Champions: Ini Prediksi Thierry Henry, Xavi, Del Piero

Tidak ada tim yang kalah di rintangan terakhir kejuaraan utama antarklub Eropa sesering Juventus. Namun, Allegri berusaha mencegah hal itu sebagai kenangan yang bisa membuat para pemainnya merasa trauma.

“Itu adalah sebuah pertandingan penting. Tapi, kami hanya perlu melakukan hal sama yang dilakukan setahun dan beberapa tahun sebelumnya,” kata Allegri.

Baca: Final Liga Champions: Analisa Pertahanan Juventus dan Real Madrid

“Negativitas menumbuhkan negativitas, positivitas merangsang positivitas. Ketika saya datang, ada rasa negativitas yang luar biasa di sekitar klub ini,” kata pelatih kelahiran Livorno, Italia, 49 tahun lalu ini.

Untuk mencontohkan keadaan itu, Allegri menyoroti bagaimana sejarah klub berjuluk Nyonya Tua tersebut dalam kejuaraan utama antarklub Eropa ini.

Baca: Final Liga Champions: Adu Taktik Max Allegri vs Zinedine Zidane 

“Juventus sudah bermain delapan kali di final. Mereka tidak hanya kalah enam kali di antaranya, seperti yang biasa dikatakan orang. Bisa masuk ke sana saja, itu sudah penting. Hanya ada satu final Liga Champions di dunia dan kami berada di dalamnya.”   

Allegri mengatakan Juventus merasa bahwa mereka sudah sampai pada tahap seperti itu. “Sejak (final 2015) di Berlin, kepercayaan diri kami semakin berkembang. Kami semua bersama: diriku, tim, dan suporter,” katanya.

Baca: Final Liga Champions, Allegri: Juventus Siap Main Kejam Melawan Madrid

Penampilan Juventus musim ini di Liga Champions sangat berbeda dibandingkan dengan ketika mereka mencapai final 2015.

Dua tahun lalu, mereka menempati urutan kedua pada babak utama penyisihan grup dan hanya menang 1-0 melawan Monaco dalam dua kali pertemuan.

Pada musim ini, mereka memenangi tiga pertandingannya pada babak sistem gugur dengan keunggulan tiga gol.

Baca: Final Liga Champions: 3 Cara Real Madrid Jebol Gawang Juventus

Para pemain Juventus juga merasakan hal positif yang sama di antara mereka. “Kami merasa lebih baik dibandingkan sebelumnya,” kata pemain bek tengah, Giorgio Chiellini.

“Kami memperbaiki kualitas dan teknik kami. Tapi, hanya setelah bermain di pertandingan tertentu, Anda bisa sampai di pertarungan besar seperti ini dalam bentuk terbaik,” kata Chiellini.

Namun, Allegri dan Chiellini menolak merinci penerapan bentuk terbaik ini pada rencana taktik melawan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.

Baca: 5 Kunci Juventus untuk Tumpas Real Madrid di Final Liga Champions

“Formasi itu semua relatif,” kata Chiellini ketika ditanya apakah perannya dalam formasi terbaru Allegri adalah menjadi bagian dari empat pemain belakang atau tiga bek.  

“Kami bertahan sebagai sebelas pemain, jadi formasi tidak mengubah apa pun. Hal yang terpenting adalah kemauan dan pengorbanan. Itulah rahasia kami tahun ini,” kata Chiellini melanjutkan.  

SKY SPORTS | GUARDIAN | ESPN | PRASETYO