Tekno, Warwick - Badan Antariksa Eropa (ESA) akan memulai ekspedisi Hacker Anonymous Global Sebut NASA Temukan Kehidupan Alien

Satelit Plato akan diluncurkan dari Guiana Space Centre menggunakan roket Soyuz buatan Rusia ke titik L2 Lagrangian Point. Ini adalah titik tanpa gravitasi antara bumi dan matahari.

"Plato akan menjadi jawaban dari eksistensi manusia terkait misteri kehidupan alien di antariksa," kata Don Pollaco, pakar astrofisika dari Universitas Warwick, Inggris, yang juga bagian dari tim ESA.

Plato memiliki 26 jenis teleskop yang akan berperan mencari cahaya tanda eksoplanet. Setelah itu, cahaya tersebut dianalisis berdasarkan massa, radius, dan umur dari cahaya. Lalu tim akan memisahkan antara eksoplanet yang mirip bumi dan yang tidak mirip.

Baca: Miliuner Ini Percaya Kehidupan Alien Cerdas Itu Ada

Sebelumnya, pada Februari 2007, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan tata surya yang berpotensi memiliki eksoplanet seperti bumi. Dari pengamatan tersebut setidaknya NASA mencatat tujuh eksoplanet kembaran bumi dengan karakter masing-masing. Namun, NASA belum menyatakan menemukan tanda-tanda kehidupan alien di eksoplanet tersebut.

NASA hanya menyatakan bahwa tiga dari tujuh planet berada dalam posisi sejajar. Ketiganya disinyalir memiliki laut. NASA menyebut posisi ini sebagai Goldilock Zone.

Baca: Winston Churchill dan Hillary Clinton Bicara Alien, Apa Isinya?

Saat ini, NASA dan ESA sedang meneliti keberadaan tata surya tersebut di European Southern Observatory di Munchen, Jerman. Tentunya, untuk mencari tanda-tanda kehidupan alien.

Baca: Suara Asing di Permukaan Pesawat Antariksa, Karena Alien?

Simak berita sains, antariksa, dan alien lainnya di kanal Tekno Tempo.co.

MIRROR.CO.UK | AMRI MAHBUB