Nasional, Jakarta - Pertemuan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan Presiden Joko Widodo di Istana pada Ahad 25 Juni lalu sempat nyaris gagal.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengisahkan bagaimana akhirnya pertemuan itu terjadi. Lukman sempat khawatir lantaran padatnya jadwal Presiden pada Idul Fitri hari pertama. “Wah gagal ini pertemuan,” kata dia kepada Tempo di Jakarta Selatan, Rabu, 28 Juni 2017.

Lukman menceritakan mulanya Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir datang menemuinya pada Sabtu, 24 Juni 2017 di rumah dinas Widya Chandra Jakarta.  Adik tingkatnya di Pondok Pesantren Gontor itu datang sendiri sekitar pukul 14.00 menyampaikan harapan dan keinginan untuk bisa bertemu Presiden. Lukman menyanggupi seketika itu juga.

Baca juga: GNPF MUI Jelaskan Kronologi Pertemuan dengan Presiden Jokowi 

Lukman berniat seusai memimpin sidang isbat penentuan 1 Syawal 1438 Hijriyah, bakal menemui Presiden. Namun gagal lantaran Presiden ke Bogor malam itu. “Akhirnya saya putuskan besok pagi saya ketemu beliau ketika Salat Id, kan di Istiqlal, saya nanti sampaikan saja,” tutur Lukman.

Menjelang salat, Lukman bertemu terlebih dulu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Wiranto dan Pratikno setuju dan menilai itu gagasan bagus. Bahkan Pratikno meminta Lukman untuk menyampaikan langsung kepada Presiden.