Metro, Jakarta - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengapresiasi respon cepat polisi dalam mengidentifikasi ransel yang diduga berisi bom di depan ITC Depok. "Responnya cukup cepat, untuk mengantisipasi benda mencurigakan itu," kata Pradi, Senin, 3 Juli 2017.

Terlepas dari respon cepat pihak kepolisian, menurutnya pemerintah akan membuat regulasi atas kejadian ini. Sebabnya, saat kejadian tidak ada closed circuit television(CCTV), yang merekam pemilik tas.

"Kami sayangkan tidak ada CCTV di depan pusat perbelanjaan besar itu," ujarnya. Pemerintah, kata Pradi, akan membuat regulasi agar setiap tempat usaha juga bisa memasang kamera pengintai di depan gedung mereka. "Terutama pemasangan CCTV di sepanjang ruas Jalan Margonda."

 

Baca juga: Ada Tas Ransel Diduga Berisi Bom, Jalan Margonda Depok Ditutup 

Menurutnya, tindakan teror bisa terjadi dimana saja. Menurutnya lagi, kejadian ini telah membuat masyarakat gelisah. "Bersyukur tas tersebut bukan bom. Sebab, kalau berisi bom bisa membahayakan orang yang tidak bersalah," ujarnya.

Kepala Kepolisian Sektor Pancoranmas Komisaris Hamonangan Nadapdap mengatakan tas tersebut berisi pakaian setelah diidentifikasi oleh Tim Gegana. "Tas tersebut dipastikan bukan bom. Tidak ditemukan bahan peledak di tas itu," kata Nadapdap.

Ia menuturkan tas tersebut diletakan oleh dua orang yang turun dari angkot di depan ITC Depok. Gerak gerik orang tersebut dianggap mencurigakan karena sebelumnya keluar dari ITC, dan naik angkot. "Setelah naik kedua pelaku turun lagi, dan meletakkan tas tersebut di depan ITC," ujarnya.

 

Baca juga: Ransel di Depan ITC Depok Ternyata Berisi Pakaian Bekas

Orang-orang tersebut mempunyai ciri-ciri tinggi sekitar 165 cm, kulit sawo matang, satu pelaku berkaos panjang warna hitam, celana jean biru dongker dan berambut pendek. Sedangkan, satu lagi mempunyai rambut gondrong diikat/ kuncir, jaket hitam dan celana jeans. "Kami masih menyelidiki. Barang bukti masih diselidiki," ujarnya.

IMAM HAMDI