Bisnis, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto berujar pertumbuhan penumpang pada transportasi nasional menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurut data BPS, pertumbuhan seluruh jenis angkutan pada Mei 2017 mengalami kenaikan dibandingkan April lalu.

Untuk angkutan udara, menurut Suhariyanto, penumpang domestik pada Mei mencapai 7,24 juta orang atau naik 2,47 persen dibandingkan April. "Tetapi penumpang internasional turun 3,83 persen dengan jumlah 1,34 juta orang," kata Suhariyanto di kantornya, Senin, 3 Juli 2017.

Simak: Tren Inflasi Turun Pasca Lebaran, BPS: Hati-hati di Desember

Sedangkan angkutan laut, Suhariyanto menuturkan, jumlah penumpang pada Mei mencapai 1,32 juta orang atau naik 5,16 persen dibandingkan April. Adapun jumlah barang, menurut Suhariyanto, mencapai 22,69 juta ton atau naik 8,43 persen dibandingkan April.

Adapun angkutan kereta api, Suhariyanto berujar, tumbuh sangat pesat. Jumlah penumpang kereta api pada Mei, termasuk KRL Jabodetabek, mencapai 33,75 juta orang atau naik 7,12 persen dibandingkan April. "Kenapa meningkat signifikan? Ada dua hal," tuturnya.

Pertama, Suhariyanto menjelaskan, terdapat penambahan jadwal KRL Jabodetabek. Kedua, kata dia, terdapat perpanjangan rel KRL dari Stasiun Tanah Abang hingga ke Stasiun Rangkasbitung. "Hal ini membuat jumlah penumpang kereta api naik hampir 2 juta orang," ujarnya.

Untuk barang yang diangkut dengan kereta api pada Mei, menurut Suhariyanto, juga mengalami peningkatan hingga 5,92 persen dibandingkan April atau mencapai 3,65 juta ton. "Perkembangan angkutan ini tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi untuk sektor transportasi," katanya.

ANGELINA ANJAR SAWITRI