Metro, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengomentari banyaknya pengendara motor yang melalui trotoar saat lalu lintas macet. "Ini masalah perilaku dan kedisiplinan," kata Djarot saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa, 25 Juli 2017.
Ia mengaku sudah berkoordinasi dalam rapat pimpinan dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI agar menertibkan semua kawasan, Senin, 24 Juli 2017. “Pengendara yang masuk trotoar akan ditindak,” ujar Djarot.
Baca:
Agustus, Dinas Perhubungan DKI Gelar Bulan Patuh Trotoar
Pengendara Motor Gunakan Trotoar, Polisi: Langsung ...
Djarot menegaskan bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki sebagaimana diatur dalam peraturan daerah. Sehingga pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperbaiki dan memperluas trotoar. "Kami menyadari ada kemacetan, tapi kalau tidak tertib akan makin macet." Ia ingin warga Jakarta lebih tertib sehingga pengendara motor yang melanggar akan ditindak.
“Tidak ada toleransi motor naik ke trotoar,” ujar Gubernur Djarot saat memimpin rapat pimpinan di Balai Kota, Senin, 24 Juli 2017. Ia memerintahkan walikota dan pejabat terkait memantau dan menindaklanjuti kendaraan bermotor yang melewati trotoar.”
Baca juga:
Angkot KWK Terbakar di Penjaringan, Sopir Tewas Terpanggang
Pengerjaan Dipercepat, BRR Seksi IIB Baru Rampung 30 Persen
Menurut Djarot, agenda penataan trotoar menjadi perhatian Pemerintah Provinsi agar dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat diharapkan lebih senang berjalan kaki dan menggunakan transportasi publik, sehingga dapat mendukung terwujudnya ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.
Pemerintah juga akan mensterilkan trotoar dari pedagang kaki lima di pinggir jalan. Pada dasarnya, kata Djarot, pedagang kaki lima diperbolehkan berjualan di badan trotoar, namun sifatnya semi permanen. Bangunan permanen akan ditertibkan. “Perlu dijadwalkan pula jam operasional mereka berjualan.”
Simak:
Ketua DPRD DKI: Sekarang Kok PPSU Agak Malas-malasan
Ketua DPRD Menilai Malas, PPSU Ramai-Ramai Membantah
Pemprov DKI Jakarta akan memaksimalkan sosialisasi fungsi trotoar dengan papan informasi agar tidak disalahgunakan masyarakat. Trotoar juga akan menggunakan lampu LED agar lebih nyaman, aman, dan manusiawi.
Pemerintah DKI telah membangun 200 kilometer trotoar dengan target mencapai 2.600 kilometer. Penataan trotoar telah terintegrasi dengan penataan dan penanganan jaringan utilitas. Untuk memenuhi target, Pemprov DKI Jakarta akan mengajak pihak swasta untuk ikut serta membangun trotoar sebagai tindak lanjut atas kewajiban kompensasi kelebihan koefisien lantai bangunan (KLB).
AVIT HIDAYAT









No comments:
Post a Comment
Terima Kasih Sudah meluangkan Waktu membaca Konten Berita Disini, Silahkan Tinggalkan Komentar