Nasional, Bandung - Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (PVMBG), Kasbani mengatakan lembaganya belum memutuskan menaikkan status Dieng setelah terjadinya letusan di Kawah Sileri, 17 Pengunjung yang Berada di Kawah Sileri Dieng saat Letusan

Meskipun status Dieng tak dinaikan, Kasbani mengatakan tetap akan memantau dan mengawasi 10 kawah yang ada di Dieng, serta melakukan pengukuran langsung kandungan gas di lapangan termasuk mengamati perubahan fisik semua kawahnya. “Selama liburan ini, teman-teman pengamat juga melakukan pengukuran ke kawah-kawah itu. Pengukuran kandungan gasnya karena di Dieng ini yang paling berbahaya itu adalah kandung gas beracun CO2 itu,” kata dia.

Kasbani mengatakan, pasca erupsi freatik tersebut, anak buahnya juga sudah melakukan pengukuran kembali kawah-kawah di Dieng, termasuk di Kawah Sileri. “Setelah tadi, ada pengukuran kita lakukan. Pengukuran gasnya tidak ada peningkatan signifikan. Masih sama,” kata dia.

Baca: PVMBG Sudah Ingatkan Pengelola Dieng Soal Letusan Kawah Sileri  

Dari sisi kegempaan, ia mengatakan PVMBG tetap memantau dari pos. "Tapi dari sisi kandungan gas dan penampakan fisik di lapangan, teman-teman memantau terus. Apalagi banyak pengunjung di sana,” kata dia.

Menurut Kasbani, letusan di Kawah Sileri itu bukan yang pertama. Catatannya, sudah 2 kali terjadi letusan di Kawah Sileri yakni pada 3 April 2017 dan 24 April 2017. Saat itu, sudah terpantau adanya potensi terjadinya letusan tiba-tiba. “Sudah pernah terjadi pada tanggal 3 April, 24 April, dan pada hari ini sekitar jam 11 tadi,” kata dia.

AHMAD FIKRI