Dunia, Jakarta -- Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan komunikasi pemerintah dengan warga negara Indonesia di Kota Marawi, Provinsi Mindanao, Filipina, terus berlangsung.
Situasi di kota berpenduduk 200 ribu jiwa itu sedang tegang karena konflik senjata, antara militer Filipina dengan milisi Maute yang berafiliasi dengan ISIS. Kelompok milisi ini mencoba menguasai kota.
Baca: Wiranto: Ada Indikasi Marawi Dijadikan Lokasi Konvergensi ISIS
"Keberadaan mereka diketahui aparat keamanan Marawi City karena sejak awal kedatangan sudah dinotifikasi resmi oleh pengurus masjid Abubakar As-Siddiq, yang merupakan markas Jamaah Tablig di Filipina," kata Iqbal menjelaskan.
Iqbal mengaku tidak memiliki informasi mengenai kabar bahwa para WNI ini menolak untuk dievakuasi. Namun, Iqbal memastika mereka masih berada di kawasan Marawi.
Adapun Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, telah memastikan keselamatan seluruh WNI itu. “Mereka dalam keadaan baik, tinggal di dekat kantor polisi setempat,” kata dia di Jakarta, 26 Mei kemarin.
Arrmanatha pun menyebutkan rombongan Jamaah Tablig ini telah dihubungi KJRI Davao. Mereka memutuskan bertahan di lokasi yang diberi status darurat militer oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
YOHANES PASKALIS









No comments:
Post a Comment
Terima Kasih Sudah meluangkan Waktu membaca Konten Berita Disini, Silahkan Tinggalkan Komentar