Nasional, Jakarta - Cegah Anak Terkena Kanker, Menkes: Jangan Tunggu Sakit)
Nila mengatakan, tujuan acara ini sebagai gerakan mengembalikan makan ikan. Sebab, ia menilai masyarakat lupa bahwa Indonesia terdiri atas 70 persen lautan dan 30 persen darat. Tetapi, dia melanjutkan, masyarakat malah lebih senang mencari makan di darat ketimbang laut. "Bapak Ibu senang cari daging, padahal ikan kita banyak," ujarnya.
Menteri Susi, dia berujar, telah bersusah payah menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan di perairan Indonesia. Akibanya, jumlah ikan kini berlimpah. Nila mengharapkan masyarakat, khususnya ibu hamil, mau mengkonsumsi ikan. Sebab, ikan mengandung banyak gizi. "Kami tidak ingin ibu melahirkan anak kecil-kecil. Jadi repot urusnya. Kalau hamil harus makan sehat dan berprotein. Salah satunya yang berasal dari laut," kata dia. (Baca: Kisah Menteri Kesehatan Obati Mata Biawak)
Menurut Nila, seribu hari kehidupan seorang anak, yaitu mulai dari lahir hingga berusia 2 tahun merupakan saat yang penting. Selain memberikan ASI eksklusif pada enam bulan pertama, anak-anak harus mendapatkan makanan tambahan karena otaknya sedang berkembang baik. Sehingga, ia meminta ibu-ibu untuk menjaga gizi dalam seribu hari kehidupan anaknya.
Gizi tersebut, kata dia, bisa didapat dari ikan karena mengandung omega, DHA, vitamin, dan tidak memiliki kolesterol. "Kita coba kembalikan makan ikan karena saya takut Menkes Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan dengan Berolahraga)
FRISKI RIANA









No comments:
Post a Comment
Terima Kasih Sudah meluangkan Waktu membaca Konten Berita Disini, Silahkan Tinggalkan Komentar