Nasional, Jakarta - Dalam aksi memperingati Hari Buruh, Menteri Yasonna Dukung Penegakan Hak Asasi Pekerja

Ari menyampaikan aspirasi Solidaritas Jurnalis Kota Bandung di tengah aksi ribuan buruh di halaman Gedung Sate, Kota Bandung. Solidaritas Jurnalis Bandung yang terdiri dari organisasi wartawan AJI Bandung, Wartawan Foto Bandung, Pewarta Foto Indonesia Bandung, Lembaga Bantuan Hukum Bandung, dan Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung, serta mahasiswa di Bandung itu menuntut hak-hak jurnalis dipenuhi oleh perusahaan media.

Selain itu, Solidarias Wartawan Bandung pun menyoroti soal masih kurangnya kesadaran para pekerja media untuk berserikat. Ari menuturkan, membangun serikat bagi pekerja media sangat diperlukan.

"Jurnalis atau pekerja media harus bersatu di tengah pusaran industri media yang terus menghamba pada profit belaka," kata dia. Dalam aksi tersebut Solidaritas Jurnalis Bandung pun mengajak para wartawan untuk membangun serikat pekerja di medianya masing-masing atau ikut dalam serikat lintas media.

Baca: Hari Buruh, Demonstran Bakar Karangan Bunga untuk Ahok  

Ari pun menyoroti masalah status kepegawaian wartawan yang tidak jelas. Di Bandung, kata dia, cukup banyak wartawan yang menyandang status freelance, kontributor dan koresponden. Masalah status tersebut pun diperburuk dengan upah yang tidak laik dan tidak mendapat tunjangan kesehatan juga jaminan hari tua.

"Jumlah jurnalis di Indonesia, khususnya di Bandung, banyak yang statusnya tidak tetap. Sebagian menerima penghasilan jauh di bawah ketentuan upah minimum regional yang berlaku di masing-masing provinsi," kata dia.

Dalam aksi memperingati Hari Burut itu, Solidaritas Wartawan Bandung, mengutuk tindakan sewenang-wenang perusahaan media Pikiran Rakyat yang mem-PHK wartawannya, Zaky Yamani. Ari mengatakan, Zaky dipecat perusahaan saat kondisi wartawan yang sudah bekerja selama 15 tahun itu sedang sakit psikis. "Hal tersebut melanggar Undang-undang Ketenagakerjaan," ujar dia.

IQBAL T. LAZUARDI S.