Pilkada, Jakarta - Warga Pasar Ikan dan Kampung Akuarium, Jakarta Utara terus melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pasca kemenangan Gubernur DKI terpilih versi hitung cepat, Anies Baswedan, warga setempat makin gencar mendirikan bangunan liar di wilayah tersebut.

Camat Penjaringan Mohammad Andri mengatakan jumlah bangun liar yang berdiri di wilayah itu mencapai puluhan. "Iya ada 90 bangunan semi permanen," ujar Andri kepada Tempo, Kamis, 27 April 2017.

Pasar Ikan dan Kampung Akuarium sebelumnya telah digusur oleh Ahok pada April 2016 untuk direvitalisasi menjadi kawasan wisata bahari bertaraf internasional. Saat mau digusur, masyarakat melakukan perlawan dengan mengerahkan massa. Mereka juga ogah menempati rumah susun yang diberikan Pemprov DKI dan memilih tinggal di perahu maupun tenda darurat yang diberikan oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Baca: Ini Alasan Warga Pasar Ikan Enggan Pindah

Menurut Andri, beberapa bangunan liar sempat dia hentikan pembangunannya. Tapi, bangunan seperti bedeng dan rumah semi permanen kembali berdiri. Bahkan, saat Tempo mengunjungi Pasar Ikan kemarin, ada rumah permanen yang sedang dibangun dengan ukuran 3x8 meter. Rumah itu dibangun dengan bata hebel putih. Di sekitarnya berdiri bedeng dan rumah semi permanen.

Roman, 27 tahun, mengatakan sedang membantu membangun rumah milik tetangganya, Yanto. Rumah itu dia bangun sejak Senin lalu. Dia tak takut bangunan akan dirobohkan lagi oleh Ahok karena pemerintahan Ahok bakal digantikan Anies. "Ini dari hebel. Sekarang enggak takut lagi dirobohin kan Gubernurnya Pak Anies mau menata," kata Roman.

Simak: Ahok akan Tetap Bongkar Bangunan Liar di Pasar Ikan

Roman sehari-hari bekerja sebagai kuli serabutan. Dia berkeinginan memiliki rumah permanen juga. Saat ini dia hanya punya bedeng yang berukuran 3x3 meter. Dia berharap pemerintahan Anies nanti menbuat hidupnya membaik.

Adi Riyanto, 57 tahun, juga meyakini Ahok tak akan berani membongkar rumah-rumah yang telah didirikan. Soalnya, kata dia, saat ini proses gugatan class action masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Teddy Kusnendi, 58 tahun, mengatakan saat kampanye, Anies sempat janji untuk membangun kampung deret atau kampung susun. Dia ingin itu dapat terwujud. Dia mengaku telah memberikan rancangan desain kepada tim Anies. "Pak Anies bilang akan usahakan untuk bangun kembali kampung ini," ujar Teddy.

Anies mengatakan akan membahas rencana itu lagi dengan warga Pasar Ikan dan Kampung Akuarium. Menurut dia yang terpenting adalah supaya mereka mendapat keadilan. "Nanti kami lihat kasus ya. Yang jelas warga akuarium mendapat keadilan," ujar Anies.

Politikus Gerindra, Syarif, mengatakan Anies akan menampung semua usulan dari berbagai pihak. Menurut dia, usulan lain selain membuat kampung deret adalah membangun rusun terdekat dan menggratiskan biaya sewa selama dua tahun.

Selama dua tahun itu, kata Syarif, warga Pasar Ikan akan diberikan pelatihan One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OC). "Setelah dua tahun dan punya penghasilan baru mereka bisa bayar sewa," ujar dia.

Selain itu, kata Syarif, usulan lain yang masih ditampung saat ini yaitu membuat kawasan superblok di lahan seluas 8-12 hektare itu. "Di situ jadi kawasan multifungsi dibangun sarana pendidikan, kesehatan, pasar," kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bakal mengambil langkah tegas terkait bangunan liar yang kembali didirikan. Dia menyatakan akan melakukan pembongkaran sampai masa tugasnya sebagai gubernur berakhir pada Oktober 2017. "Kami akan bongkar," ujar dia.

Ahok mengklaim program revitalisasi hingga kini masih berjalan. Kenyataan di lapangan, pembangunan revitalisasi mangkrak. Ia mengaku sedang menunggu kajian cagar budaya. "Kami enggak mau sembarangan kerja," ujarnya.

Teddy Cs mengaku akan melawan jika Ahok membongkar rumah-rumah mereka lagi. "Lawan," kata dia.

DEVY ERNIS